Meningkat, Nilai Investasi di Banjarnegara

BANJARNEGARA – Nilai investasi di Banjarnegara mengalami peningkatan yang cukup bagus. Hal ini dirujuk dari data investasi yang masuk di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T) dalam dua tahun terakhir.

Indikator investasi memberi gambaran positif peningkatan jumlah nilai dan jumlah investor dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 pertumbuhan nilai investasi tumbuh ke level lebih tinggi di atas 100% lebih dibandingkan pencapaian tahun 2012. Demikian Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T) Nurul ‘Aini, SH., MM beberapa waktu lalu dalam Rapat tentang Investasi di Ruang Rapat Wakil Bupati.
“Pertumbuhan nilai investasi ini diikuti  pula dengan bertambahnya jumlah investor dimana dampak baiknya terjadi peningkatan daya serap tenaga kerja” katanya.

Pada tahun 2012, lanjutnya, jumlah nilai investasi berskala Nasional Rp 650.687.690.000;- Di tahun 2013, lanjutnya, meningkat 115,58% dengan jumlah nilai investasi sebesar Rp 752.040.554.000;- Di sisi lain, kata Nurul, kenaikan jumlah nilai investasi ini diikuti pula dengan meningkatknya jumlah investor dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2012, jumlah investor tercatat 626. Di tahun 2013, jumlahnya meningkat menjadi 641. Dampak baiknya, daya serap tenaga kerja ikut meningkat dari 3.278 orang di tahun 2012 menjadi 3.292 orang pada tahun 2013” katanya.

Peningkatan ini, lanjutnya, berdampak baik bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari sector perijinan. Jika pada tahun 2012 jumlah realisasi PAD sebesar Rp 601.201.536;-, lanjutnya, maka jumlah realisasi di tahun 2013 meningkat menjadi sebesar Rp 837.384.518;-

“Investasi di Banjarnegara mengalami pertumbuhan yang membaik dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tidak lepas dari iklim beriventasi yang makin kondusif dari tahun ke tahun. Kondisi ini mendorong masuknya pengusaha yang mempunyai modal menengah ke atas menanamkan investasinya di Banjarnegara, termasuk naiknya besaran nilai investasi yang ditanamkan” katanya.

Meski mengalami pertumbuhan yang kian membaik dari tahun ke tahun, kata Nurul, pihaknya tidak cukup hanya menunggu investor datang. Upaya kreatif jemput bola, lanjutnya, juga tengah diupayakan oleh pihaknya untuk menarik sebanyak mungkin investor masuk ke Banjarnegara.

“Pada bulan April mendatang, kami akan mengadakan investor gathering di Jakarta. Di kegiatan ini akan diundang investor-investor besar yang ada di Jakarta. Menurut rencana, kegiatan ini akan dihadiri oleh Bupati Banjarnegara” katanya.Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Hadi Supeno, M. Si., menyatakan kegembiraannya mengetahui pertumbuhan investasi di Banjarnegara. Sebab selain membuka peluang peningkatan PAD juga penyerapan tenaga kerja.

Dirinya berharap membaiknya iklim investasi di Banjarnegara ini, lanjutnya, untuk terus diikuti dengan kesiapan Pemkab dan masyarakat dalam menerima investor yang masuk. Dari sisi pemerintah, lanjutnya, upaya itu dilakukan dengan mempersiapkan kelayakan infrastruktur pendukung investasi.
“Kesiapan infrastruktur diantaranya adalah menjamin ketersediaan lokasi untuk investasi, terserdianya akses jalan menuju lokasi, dan tersedianya jaringan listrik. Termasuk di dalamnya adalah perlindungan atau adanya nilai jual tanah yang wajar” katanya.

Di sinilah pentingnya peran serta masyarakat. Di banyak kesempatan, lanjutnya, pada saat ada investor masuk warga seringkali memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menaikan nilai jual tanah melewati batas kewajaran. Akibat sikap masyarakat yang tidak pro investasi ini, lanjutnya, banyak investor yang membatalkan niatannya untuk berinvestasi di Banjarnegara

Lanjutkan dengan membaca artikel berikut :